Sivitas Akademika Nommensen Berperan Menciptakan Iklim Persaingan yang Sehat

DSC_1506 (2)

Sivitas Akademika Nommensen Berperan Menciptakan Iklim Persaingan yang Sehat

Komisioner KPPU, periode 2012-2017 Munrokhim Mumrokhim Misanam, mengatakan bahwa memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) masyarakat masih bingung apa itu persaingan, pelaku usaha masih banyak yang mengatakan bahwa mereka sehat, kami biasa membicarakan berapa harga yang kami naikkan. Pelaku usaha tidak tahu ketika mereka mengatur harga, menetapkan harga itu sudah mencederai dan merusak persaingan dimana seharusnya mereka bersaing.
Munrokhim menyampaikan bahwa, persaingan adalah isu yang sangat penting, pelaku usaha yang bersama-sama mengatur harga dilarang oleh UU No.5 Tahun 1999, yang bisa bertahan adalah yang punya kompetisi, inovasi dan efisiensi. Maka jelaslah bahwa, persaingan yang sehat adalah sesuatu yang harus kita wujudkan bersama khususnya oleh sivitas akademika Nommensen.
Seminar Nasional yang didukung penuh oleh KPPU KPD Medan bekerjasama dengan Hukum Bisnis Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen dilaksanakan 23 Mei 2016. Seminar Nasional menghadirkan pembicara Komisioner KPPU Munrokhim Misaman, Kepala Kantor Perwakilan Daerah Medan Abdul Hakim Pasaribu, Martono Anggusti, Dosen Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen, Hendra Utama dari Kadin Provinsi Sumatera Utara.
Kepala Perwakilan Daerah Medan mengatakan bahwa banyak peluang dan kesempatan bagi mahasiswa-mahasiswa Nommensen yang menguasai Hukum Persaingan Usaha, untuk memastikan kita dapat berkompetisi di MEA kita harus meningkatkan kompetensi, penguasaan bahasa, mengubah budaya kerja, dimana posisi geografis Indonesia menjadikan negara yang bergabung dalam MEA banyak bersandar kepada kita.
Pengurus Kadin Hendra Utama juga menyampaikan Kadin Provinsi Sumatera Utara sudah bicara MEA sekitar 2 (dua) tahun yang lalu, Kadin sedang intens membantu pelaku usaha di daerah dan menyampaikan bahwa kebijakan yang dibuat harus pro persaingan sehat. Dengan adanya MEA, kita bisa memanfaatkan ini sebagai peluang besar atau kita hanya menjadi penonton saja. KPPU dibentuk untuk mengatur iklim persaingan usaha menjadi sehat, apa peran kampus? Mahasiwa harus dapat menjadi leader, menguasai hukum khususnya persaingan usaha. Kita mengharapkan bahwa Indonesia melalui Sumatera Utara harus lebih siap, pasar kita harus dikuasai oleh produk lokal kita sendiri, kita harapkan sinergi antara KPPU dan Nommensen akan tercipta iklim usaha yang sehat dan mampu mendorong pembangunan bangsa yang lebih baik, tambahnya.