Pantau Harga Pokok di Aceh, KPPU Sidak ke Pasar Peunayong

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Tim Satgas Pangan Polda Aceh melakukan sidak harga bahan-bahan pokok, di pusat pasar Peunayong, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Senin (28/5/2018).

Kepala Kantor Perwakilan Daerah (KPD) KPPU Medan, membawahi Provinsi Aceh, Sumut, dan Sumbar, Ramli Simanjuntak, mengatakan, tujuan sidak untuk memantau persediaan serta harga pangan selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

“Karena Bulan Ramadhan sehingga kita mengetahui pasokan itu benar ada dan harga-harga itu dapat dijangkau oleh masyarakat dan stabil,” kata Ramli.

Dia mengungkapkan, adapun yang dipantau dalam sidak berupa daging sapi, daging ayam, beras, telur, cabai, dan ikan.

Dia menyampaikan, harga daging di Aceh terbilang stabil atau normal, yakni Rp 120 hingga Rp 125 ribu per kilogram (Kg). Harga itu sesuai dengan beli hidup atau RPH (rumah potong hewan) seharga Rp 45 ribuan.

Selain itu, dia menambahkan, kenaikan harga sewaktu menjelang Bulan Puasa kemarin, karena memang sudah menjadi tradisi masyarakat.

“Satu sapi itu dibeli menjadi daging sebesar 35 persen. Jadi sehingga mereka dengan perhitungannya harga yang wajar itu Rp 120 sampai Rp 125 dan itu tadi yang kita ketahui sehingga harga daging sapi sudah mulai normal,” jelasnya.

“Kenapa kemarin naik di Aceh? Hal itu karena ada adat-istiadat di Aceh bahwa itu meugang,” jelasnya lagi.

Sementara itu, dia menyebutkan, harga daging ayam relatif murah, yaitu Rp 22 ribu per Kg.

Sehubungan dengan itu, harga rempah-rempah berupa cabai dan bawang juga termasuk stabil.

“Cabe dapat dipasok dari daerah-daerah di Aceh harganya normal. Begitu juga dengan bawang merah dan bawang putih, meski bawang dari Medan. Namun harganya masih wajar,” ujarnya