KPPU MEDAN DAN ASPERINDO BAHAS KENAIKAN TARIF PENGIRIMAN BARANG

Jumat (18/1) Kenaikan tarif SMU (Surat Muatan Udara) atau biaya kargo berdampak pada naiknya tarif pengiriman barang oleh para penyedia jasa pengiriman barang. Melihat hal tersebut KPPU melalui Kantor Perwakilan Daerah Medan mengundang perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Express, Pos dan Logistik Indonesia (ASPERINDO) Medan untuk berdiskusi membahas masalah kenaikan biaya pengiriman barang dan logistik. Pertemuan yang dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Asperindo, Iskandar, Bidang Humas, Julianto dan anggota Asperindo yang lain dipimpin oleh Kepala KPD Medan, Ramli Simanjuntak.

 

Ramli menyampaikan, pertemuan tersebut adalah upaya untuk mengumpulkan informasi dari perusahaan yang tergabung dalam Asperindo, dimana saat ini KPPU sedang melakukan penelitian terkait kenaikan tarif pengiriman barang dan logistik. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pertemuan tersebut, kenaikan ini disebabkan maskapai menaikkan harga SMU (Surat Muatan Udara) dalam beberapa kali kenaikan, sehingga berdampak sangat signifikan terhadap biaya pengiriman barang.

Lebih lanjut disampaikan, saat ini yang paling terpengaruh adalah konsumen pengguna jasa e-commerce khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berasal dari pengusaha lokal yang sangat bergantung pada pengiriman moda udara, sehingga pada akhirnya akan berdampak pada produk-produk secara nasional.

Sementara itu, Iskandar menyampaikan bahwa Asperindo sudah menaikkan harga pengiriman barang sebanyak 3 kali untuk menutupi biaya operasional, akibatnya beberapa pelanggan beralih ke perusahaan pesaing yang harganya jauh dibawah Asperindo seperti Lion Parcel dan Go Express (Garuda), dimana perusahaan tersebut memiliki maskapai dan jasa pengiriman juga. Melihat hal tersebut, Asperindo berharap ada solusi dari KPPU untuk mengatasi masalah persaingan dengan perusahaan pengiriman yang dimiliki oleh maskapai, karena mereka bisa menetapkan harga jauh lebih murah daripada perusahaan yang tergabung dalam Asperindo.

Menanggapi hal tersebut, KPPU akan meneliti mengenai persaingan antara perusahaan yang dimiliki oleh maskapai dengan anggota Asperindo terkait adanya Integrasi Vertikal dimana pemilik SMU juga merupakan pemilik perusahaan pengiriman barang dan logistik. “Untuk itu, kami membutuhkan informasi dari Asperindo untuk mendukung proses penelitian yang sedang dilakukan KPPU saat ini”, ujar Ramli menutup pertemuan. (RH)